Sosialisasi Perpustakaan Keliling di Wilayah Pertambangan

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

Jakarta, 29 Juli 2010 

Jakarta, ykai.net - Salah satu pemenuhan hak-hak anak adalah pemberian akses informasi terhadap anak tanpa membedakan dari mana anak berasal, baik yang tinggal di desa maupun yag tinggal di perkotaan. Untuk memenuhi salah satu hak tersebut YKAI bekerjasama dengan PT Arutmin Indonesia membuat program Perpustakaan Keliling yang bisa di jangkau oleh anak-anak khususnya anak-anak yang tinggal di sekitar pertambangan PT Arutmin Indonesia di Kalimantan Selatan. Perpustakaan keliling dilengkapi dengan sekitar 500 eksemplar buku fiksi dan non fiksi, TV, VCD dan mainan-mainan edukatif sebagai alat penunjang kegiatan. (17/07)

Perpuskaaan Keliling akan resmi beroperasi tanggal 1 Agustus 2010, akan tetapi sudah mulai melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah di sekitar pertambangan di Kecamatan Satui sejak tanggal 13 Juli 2010. Sekolah-sekolah yang sudah dikunjungi ketika sosialisasi di antaranya SDN Trans 2 Bukit Baru, SMPS 1 Bukit Baru, SDN 4 Sungai Danau, SDN Sungai Danau, SDN 1 Sei Cuka, SDN 3 Sungai Danau, TK Sei Cuka, SDN 1 dan 5 Sungai Danau, SD Lok Padi, dan Taman Bacaan Sa'adah Sudan.

Sosialisasi ini dilakukan untuk menyesuaikan jadual kunjungan sekaligus memberikan informasi kepada sekolah bahwa anak tidak hanya dapat membaca koleksi-koleksi buku yang disediakan tetapi dapat juga mengikuti kegiatan kreatif seperti belajar origami, story telling, mendongeng dengan boneka jari, menggambar/mewarnai, dll. 

Kendala yang dihadapi ketika mengadakan pelayanan di daerah pertambangan adalah medan yang cukup berat (hancur dan  berlubang) serta banjir ketika musin hujan, sedangkan mobil yang digunakan adalah Gran Max. Selain itu, anak-anak belum terbiasa antri sehingga sulit diatur dan berebut, mungkin karena ini merupakan hal baru bagi mereka.  Ditemukan juga hampir sebagian besar anak kelas 3 SD belum lancar membaca, sehingga petugas harus ektra sabar membantunya.   

Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan minat baca anak sejak dini. Untuk itu, YKAI sangat berharap, mudah-mudahan banyak perusahaan yang turut peduli dengan program-program semacam ini, agar anak-anak di daerah terpencil terpenuhi haknya untuk mengakses  informasi secara mudah dan murah. (nn)